Hal-hal yang Harus Dihindari Wanita Saat Haid dan Nifas

JejakSeru.com - Hal-hal yang Harus Dihindari Wanita Saat Haid dan Nifas. Seorang wanita diberi anugerah oleh Allah SWT berupa haid dan nifas. Keduanya sama-sama mengeluarkan darah dari organ intim. Dan hal ini menandakan bahwa perempuan tersebut berada dalam kondisi yang sehat, sebab sistem reproduksinya berjalan dengan baik. Tetapi, banyak juga perempuan yang mengeluh akibat rasa sakit ketika haid dan melahirkan.


Tahukah kamu, bahwa itu semua merupakan hal yang paling menakjubkan bagi diri kamu. Banyak orang yang mengatakan bahwa wanita itu lemah, padahal tidak. Sebab, seorang wanita yang mampu bertahan dalam kondisi sakitnya, baik itu ketika haid maupun melahirkan. Seorang laki-laki belum tentu mampu menjalaninya.
Dan tahukah kamu, di balik rasa sakit itu terdapat pahala yang berlipat ganda. Sebab, ketika wanita haid atau nifas, kesabaran wanita akan dilatih. Jika mampu melewatinya dengan ikhlas dan ridho karena-Nya, insya Allah, rahmat Allah.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika masa haid ataupun nifas. Wanita harus menahan diri untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam aturan Islam, ketika berada dalam keadaan haid ataupun nifas. Berikut adalah hal-hal yang dilarang ketika haid dan nifas :


1. Melakukan Hubungan Suami Istri

Allah SWT berfirman, “Oleh sebab itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari perempuan di waktu haid, dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka suci (mandi),” (QS. Al-Baqarah: 222).

2. Shalat dan Puasa. 

Hanya saja puasa tetap diganti setelah keduanya suci, dan shalat tidak diganti. Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah jika perempuan itu haid, maka ia tidak shalat dan tidak puasa?” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

Ucapan Aisyah RA, “Jika kami menjalani haid pada zaman Rasulullah SAW, maka kami diperintahkan mengganti puasa, dan tidak diperintahkan mengganti shalat,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).


3. Memasuki Masjid

Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak menghalalkan masjid untuk perempuan haid dan orang yang sedang berada dalam keadaan junub,” (Diriwayatkan Abu Daud).


4. Membaca Al-Quran

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang sedang junub dan perempuan haid tidak boleh membaca apapun dari al-Quran.”


5. Perceraian

Perempuan haid tidak boleh dicerai, namun harus ditunggu hingga ia suci, dan sebelum digauli. Sebab, diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar RA menceraikan istrinya dalam keadaan haid, kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya ruju’ dengan istrinya, dan menahannya hingga ia suci. (Diriwayatkan Al-Bukhari)


Jika dirasa bermanfaat silahkan share/bagikan ke temen-temen terdekat kamu dan jangan lupa like fanspage facebook kami agar selalu dapat informasi bermanfaat dari kami.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Kamu Suka

No comments